“ Mayat di Sekolah “



by : Yohana Sofianty



“ ARGGHHHHH !!! “

Terdeengar suara jeritan dari arah gudang sekolah, Shin pun segera berlari meninggalkan kelas. Saat  Shin sampai di gudang ternyata sudah banyak guru yang sudah datang, Shin pun menerobos masuk untuk melihat, ternyata di gudang ditemukan mayat seorang wanita tertusuk pisau, yang menemukan mayat wanita tersebut adalah guru biologi Shin, beliau melihat orang yang mencurigakan, lalu mengikuti orang tersebut dan berhenti di gudang ini.

Para guru yang datang menyimpulkan bahwa ini adalah kasus pembunuhan, Shin pun memuinta izin untuk memeriksa mayat  tersebut, setelah diperiksa, Shin menemukan sesuatu yang mengganjal di TKP. Shin meminta salah satu guru untuk menelepon polisi untuk penelitian mayat lebih lanjut.

Tak lebih dari 15menit polisi pun datang, setelah polisi memeriksa mayat tersebut, polisi memperkirakan waktu kematian antara jam 10.30 – 11.00, dan diketahui bahwa mayat tersebut bernama Dewi Puspita, ia adalah siswi sekolah ini dan duduk di kelas XI-2 IPA. 

Polisi menanyakan beberapa hal ke walikelas korban.

“ Apa korban punya masalah di dalam kelas?”

“ Dewi itu siswi yang rajin, dan setahu saya, dia tidak pernah mempunyai masalah di dalam kelasnya, tapi ia mempunyai masalah dalam pergaulan, ia tak mempunyai teman, ia selalu sendiri.”

Setelah meminta keterangan pada walikelas Dewi, polisi meminta keterangan kepada Pak Linang yang menemukan mayat Dewi.

“Saya ke gudang ini, karna saya melihat bayangan seseorang, tapi setelah saya sampai disini, saya menemukan mayat ini pak.”

“apakah anda tidak melihat seorang pun disini?”

“tidak pak “

“ kira-kira jam berapa saat anda menemukan mayat ini?”

“sekitar jam 11.30”

Polisi pun melanjutkan pemeriksaan..

Setelah polisi meneliti mayat lebih detail, dipisau korban ditemukan sidik jari, tapi itu bukan sidik jari Dewi, diketahui sidik jari itu adalah sidik jari pak Linang. Polisi pun menduga kalau pak Linanglah pembunuhnya, tapi sebenarnya sidik jari pak Linang ditemukan karna pak Linang sempat memegang pisau tersebut.

Shin pun menyelidiki mayat dengan sendiri, tapi kondisi disekitar mayat sangat mengherankan, Shin pun tahu kalau ini sebenarnya adalah kasus bunuhdiri. Shin pun mengatakan ini kepada polisi, dan diselidiki lagi bahwa ini memang bukan kasus pembunuhan tapi bunuhdiri.

“Pak Polisi, dari awal tidak pernah ada orang yang ke gudang ini selain Pak Linang, tapi Pak Linang bukanlah pembunuhnya, karna ini adalah kasus BUNUHDIRI!!”

Pak Linang pun bertanya, 

 “Shin kalau begitu, siapa sosok aneh yang bapak lihat ?”

Shin pun menjawab,

“Bahwa mungkin itu hanya bayangan orang atau kucing yang terpancar dari arah pintu belakang yang bercelah, pintu belakang memang sering dilewati banyak orang dan alhasil bayangan orang tersebut sering terlintas di sekolah, dan alasan Dewi bunuh diri adalah, karna ia tak mempunyai teman dan selalu sendiri, bagi seorang manusia buat apa mempunyai kemampuan kalau tak mempunyai teman”

Akhirnya kasus ini pun selesai, polisi berterimakasih kepada Shin yang telah membantu dalam kasus ini. Dan pihak sekolah menelpon keluarga Dewi untuk member tahu keadaan Dewi yang tewas bunuhdiri, kemudian membawa mayat Dewi ke rumahnya.

Comments

Popular posts from this blog

16/03/2016

ILUSI